Untuk perempuan yang sedang dirindukan
Tak terasa gelap pun jatuh
Diujung malam, menuju pagi yang dingin
Hanya ada sedikit bintang malam ini
Mungkin karna kau sedang cantik-cantiknya
Lalu mataku merasa malu
Semakin dalam dia malu kali ini
Kadang juga ia takut
Tatkala harus berpapasan di tengah pelarian yang
Di malam hari menuju pagi
Sedikit cemas, banyak rindunya
Di malam hari menuju pagi
Sedikit cemas banyak rindunya
Rabu, 05 November 2014
Aku Rindu.
Hal ini belum berkesudahan..
Mungkin biasa baginya untuk diam bahkan tidak menghiraukanku atau bahkan tak mengingatku. Sudah biasa pula aku terbiasa dengan hal itu.
Tak lelahku untuk selalu berusaha mengingatnya setiap waktu walaupun itu sekilas. Walau itu bayang bayang angan.
Sampai dengan sendirinya aku terkecoh dengan duniaku hingga perlahan ingatan ini memudar sedikit demi sedikit. Hingga mulai ada sesuatu yang lain mulai merasukiku.
Perlahan kemilau cahaya yang berbeda membuka mataku dan menahannya untuk tidak melihat ke jalan di belakang yang samar-samar. Dengan sekejap kesamaran rasa itu tersibak cahaya ini.
Hingga pada suatu waktu tersentak aku akan apa yang dulu selalu diingat. Dan sungguh membuyarkan pikiranku sejenak.
Aku masih ingat dan mungkin takkan lupa akan sesuatu. Sesuatu yang mengganjal dan masih terngiang-ngiang.
Aku diam. Aku menunggu. Aku menanti. Aku rindu.
Mungkin biasa baginya untuk diam bahkan tidak menghiraukanku atau bahkan tak mengingatku. Sudah biasa pula aku terbiasa dengan hal itu.
Tak lelahku untuk selalu berusaha mengingatnya setiap waktu walaupun itu sekilas. Walau itu bayang bayang angan.
Sampai dengan sendirinya aku terkecoh dengan duniaku hingga perlahan ingatan ini memudar sedikit demi sedikit. Hingga mulai ada sesuatu yang lain mulai merasukiku.
Perlahan kemilau cahaya yang berbeda membuka mataku dan menahannya untuk tidak melihat ke jalan di belakang yang samar-samar. Dengan sekejap kesamaran rasa itu tersibak cahaya ini.
Hingga pada suatu waktu tersentak aku akan apa yang dulu selalu diingat. Dan sungguh membuyarkan pikiranku sejenak.
Aku masih ingat dan mungkin takkan lupa akan sesuatu. Sesuatu yang mengganjal dan masih terngiang-ngiang.
Aku diam. Aku menunggu. Aku menanti. Aku rindu.
Jumat, 07 Februari 2014
Belajarlah Merantau
Belajarlah merantau..
Karena merantau kau bisa mengerti susahnya cari makan.
Karena merantau kau bisa mengerti rasanya rindu rumah. Karena kalau tak merantau kalian takkan pernah tau rasanya rindu rumah itu bagaimana.
Karena merantau kau bisa mengerti yang namanya nikmatnya berleha-leha. Karena merantau takkan bisa berleha-leha.
Karena merantau kau bisa menyadari sesungguhnya kasih sayang orangtua mu. Tanpa merantau kau takkan pernah merasakan bagaimana rasanya lepas dari kelonan ketiak orangtuamu.
Karena merantau kau bisa lebih dari yang lain (yang gak merantau). Bandingkan raut muka anak rantauan sama anak rumahan.
Karena merantau kau tau bagaimana rasanya jika sudah pulang. Bawaannya gak mau balik lagi jika sudah betah libur di rumah.
Karena merantau kau bisa berjumpa manusia dari tempat berbeda. Karena jikalau kau tetap disitu-situ aja yang kau jumpai hanya orang-orang itu aja.
Karena merantau lah kau bisa tau tanah orang lain. Karena merantau mengharuskan kalian berada di tempat orang lain.
Karena merantau lah kau bisa tau rasanya kekeluargaan. Jikalau kau merantau dan kau menemukan orang yang berasal sama dari daerahmu cobalah rasakan bagaiman hangatnya perjumpaan tersebut walaupun kau belum mengenal siapa dia sebelumnya.
Karena merantau kau bisa naik transportasi mewah. Karena merantau yang jauhlah maka kau diharuskan menggunakan transportasi yang ada dan mewah namun cepat.
Karena merantau kau bisa akan mengerti jalan hidupmu kedepannya.
Karena merantau kau bisa belajar untuk hidup sesungguhnya ke depan.
Dan...
..
.
.
.
.
Karena merantaulah INSYAALLAH kau akan SUKSES !!!
Jumat, 31 Januari 2014
Libur, Liburan, dan Berlibur
Libur. Liburan. Berlibur.
Apa yang kalian pikirkan mendengar ketiga kata tersebut?
Kalau aku sih langsung kepikiran sama yang namanya 'Nyantai'. Menurut aku ketiganya hampir sama. Gak ada libur, liburan, dan berlibur yang gak nyantai-nyantai. Mau libur di rumah atau pergi entah kemana pasti tujuannya tetep sama buat bersantai. Ya gak?
Libur. Menurut aku libur adalah waktu yang gak kita pake buat hal-hal yang ngebosenin. Kayak kuliah, belajar, ngerjain tugas, dan hal bosen lainnya. Terutama belajar, entah kenapa bawaannya males aja. Tiap belajar selalu mikir "Kapan ini liburnyaa? Kapan waktu kita buat gak belajar?" Memanglah anak indonesia ini ya.. Ckck
Liburan. Ini agak rancu. Kayaknya hampir tiap ada libur itu adalah liburan. Entah itu hari minggu sekalipun, ataupun tanggal merah, ataupun libur dari kuliahan. Biasanya juga liburan itu adalah kumpulan dari hari-hari libur..
Liburan itu biasanya diisi dengan kegiatan malas-malasan. Bisa seharian gak mandi karen kemalasan tadi. Kalo udah malas gak cuma mandi aja yang tak terkerjai, hampir smua pekerjaan yang harusnya kita kerjakan di hari lain pasti gak akan terlaksana. Makan pun kalo udah sangat lapar barulah instingnya keluar buat makan.
Liburan yang paling ditunggu-tunggu ya libur semestera sama libur hari raya. Libur smesteran enak karena biasannya lama. Kalo di SMA paling lama jatuh-jatuhnya ya 2 minggu. Nah kalo pas kuliah? Bisa ampe 3 bulan sendiri broh. Kan enak bisa tiduran 3 bulan penuh sampe kayak tupai itu berhibernasi yakan. Kalo libur hari raya enaknya ya uang THR nya. Itu inti dari segalanya pas lebaran hehehe...
Tapipun libur terlalu lama pun gak enak. Banyak efek-efek yang muncul setelahnya. Seperti perut makin membuncit ( itu pasti :) ), rambut yang entah kayak gimana bentuknya, mata bengkak ( karena kebanyakan tidur kali ), entah penyakit apa muncul dan yang pasti dompet makin sekarat.
*Ya kayak sekarang ini lengkap semua ada pada ku*
Libur lama pengen kuliah atau sekolah lagi karena di rumah bosan, Kuliah atau sekolah kelamaan juga bikin frustasi bawaannya pengen libur aja. Serba salah yakan. Maunya imbang yakan. Entah 6 bulan kuliah 6 bulan libur atau tiap 2 minggu kuliah habis tu libur 2 minggu dan begitu seterusnya. Kan enak...
Berlibur. Kalo menurut aku ini sih kata kerja. Atau bisa berupa kegiatan. Berlibur biasanya adalah aktivitas yang kita lakukan saat liburan dengan melancong mengunjungi suatu tempat dengan maksud tertentu dengan biaya yang lumayan 'WOW' namun menyenangkan.
Berlibur bisa kemana aja. Mau jauh dalam negri kayak ke Papua atau yang jauh di negri orang kayak yang lagi ngetrend jalan-jalan ke AMRIK. Bisa yang mahal kayak ke Bali ataupun ke Luar Negri ( Tapi pun hampir semua kegiatan berlibur itu emang mahal dengan biaya WOW ). Bisa cuma sekedar mengunjungi saudara di kampung, ngungjungi nenek kakek, atau sekedar ngunjungi tetangga buat dapa makanan gratis kan bisa hehehe...
Jujur, kalo aku berlibur masih make uang orangtua. Belom bisa pake uang sendiri karena belom kerja. Jadi kalo pas berlibur kemana gitu masih mikir karena bukan uang kita yakan. Nantilah pake uang sendiri aku pengen ke negri yang sering disebutkan itu.
Sudah sudah. Ngomongin liburan tak lengkap tanpa faktor-faktor pendukung. Seperti
1. Teman atau Saudara
Tanpa teman berlibur saat libur terasa kurang. Tanpa Saudara berlibur saat liburan juga resiko. Tanpa kawan berlibur pasti takkan segila, semenarik, seceria itu. Tanpa sanak saudara juga resiko karena gak ada pasokan moneter terutama dari orangtua. Jadi kalo bisa berliburlah bersama Saudara dan Teman anda sekaligus. Dijamin liburan anda akan berkesan ;))
2. Uang
Gak ada uang gak usah berita lah mau liburan. Tau kan kenapa? Gak ada uang gak bisa ngapa-ngapain kita. Udah gitu aja.
Jadi siapkan dulu uang kalian sebelum liburan. Karena jikalau saat liburan uang kalian habis sudahlah gak tau lagi apa cerita selanjutnya.
3. Barang-barang
Barang-barang juga harus disesuain sama kemana liburan kita. Jangan pula kita mau ke gunung yang dibawa malah baju menyelam sama sepatu katak. Gak akan bisa brooh..
Ingatlah, disaat kalian menggunakan peralatan yang salah di tempat yang salah yang kalian dapat adalah KEMALUAN. Bukan kemaluan yang macem-macem maksudnya. Kalian akan malu itu maksudnya.
4. Pakaian
Setiap dari kita pasti disaat berpergian khususnya waktu berlibur wajib menggunakan yang namanya baju cantik. Kalo dah begini kasihan baju-baju yang lain. Semacam ada penggolongan tahta diantara mereka.
Tapi gak papa. Penting itu baju cantek. Gak mungkin kan pas kita befoto ria di pante make baju bolong-bolong. Entar dikira pemulung pula yakan yang biasanya lagi ngutipin botol di pante yakan..
5. Pernak-Pernik
Kamera adalah benda WAJIB saat berlibur. Tanpa kamera liburan tak berarti apa-apa. Soalnya takkan ada bukti kita untuk bisa dipamerin ke teman-teman. Kan miris.. Makanya setiap insan yang berlibur PASTI dan WAJIB berfoto. Paling minimal kamera hape lah. Kalopun ada bawa kamera yang mahal-mahal kayak kamera DSLR itu bisa sekalian untuk PAMER. Gakpapa sih itu. Trus pun nnanti pas lagi megangin kamera dslrnya difoto sama oranglain bisa dikira itu kamera kita. Aku pernah juga soalnya hahaha
Kacamata juga biasanya tak lupa dibawa pas berlibur. Kalo di pante cocok lah yakan. Tapi kalo liburan ke semacam hutan gitu trus ngeliat ada orang melancong tapi make kacamata hitam besar gitu sambil berdiri dia, mikirnya kan jadi kayak orangbuta yang minta-minta itu *ngucap* *Astaghfirullah*
Ada lain pernak-pernik lain yang kalo pas kita ngeliatnya malah jadi enekk gitu. CKCK
6. Entah lah apalagi. Yang pasti masih ada yang lain yang perlu diperhatikan pas liburan.
Yaaa segitulah uraianku mengenai Libur, Liburan, dan Berlibur beserta sedikit tipsnya ( bukan tips sebenernya )..
Aku harap kalian sudah mengerti perbedaannya dan bisa mengambil hikmah dari uraianku ini.
Bagi sedang liburan dan berliburan aku ucapin SELAMAT LIBURAN dan bagi yang belom atau udah lewat aku ucapin YANG SABAAAR EEAAA NUNGGUIN LIBURAN SELANJUTNYAAAA!!!
Sudah ah sudah malam. Karena aku juga lagi liburan aku butuh istrirahat yang cukup DADAAAAHHH !! :))
Kamis, 23 Januari 2014
2013 tahun Luar Biasa
2013...
Emang udah 2014 dan hampir sebulan 2013 berlalu dan baru kali ini sempat ngeblog lagi. Dan sekarang aku ingin mengingat sedikit apa yang terjadi di tahun lalu.
Tahun lalu adalah tahun-tahunnya neraka buat anak SMA kelas 3 tahun itu. Termasuklah aku. Ditahun itu kami menjadi "kelinci percobaan" pemerintah khususnya kemendiknas. UN dengan 30 paket yang berbeda adalah penyebabnya. Yang sebelum-sebelumnya maksimal 5 paket ini dibuat 30. Ini pemerintah semcam dendam atau gimana lah sama kami. Mana itu pertama kali lagi trus gadak kode paketnya lagi. Tapi untunglah kami (khususnya anak-anak medan) berhasil melaluinya dengan mulus dengan 'sedikit' pergerakan. Hehehe ngertilah kalian yaahh.. Dan hasilnya pun tidak menegcewakan :)
Tahun itu juga aku melepas seragam sekolahku setelah 12 tahun bersekolah tiap hari masuk ke kelas tiap berhadpan dengan bermacam-macam guru dengan tiap seninnya selalu upacara bendera. Namun setelah kuliah hal-hal itu yang dirindukan.
Tahun itu juga tahun dimana aku dinyatakan lulus di suatu PTN. Senangnya luar biasa. Dan di tahun itu aku resmi menjadi mahasiswa baru di diploma IPB itu. Suasana kuliah yang jauh berbeda dengan pas di SMA membuat awalnya agak aneh. Dengan teman-teman baru yang bermacam-macam juga. Lalu karena harus di bogor maka resmi lah aku menjadi anak rantauan dan anak kosan yang makan pun harus terlunta-lunta.
Tahun itu juga aku bisa bebas bisa kemana-mana. Karena kuliah di bogor lah makanya aku bisa nginjakan kaki ke Depok, Jakarta, jakarta nya pun ntah udah kemana-mana, trus perjalan luar biasa kami ke Jogja ber5 dengan modal 'Nekat' kami pun kesampaian juga kesana.
Tahun 2013 juga masih punya banyak cerita yang perlu dan tidak perlu kuceritakan, yang penting atau tidak untuk diceritakan, yang lucu yang sedih yang senang bermacam lah. Namun untuk postingan ini cukup itu aajalah.
Emang udah 2014 dan hampir sebulan 2013 berlalu dan baru kali ini sempat ngeblog lagi. Dan sekarang aku ingin mengingat sedikit apa yang terjadi di tahun lalu.
Tahun lalu adalah tahun-tahunnya neraka buat anak SMA kelas 3 tahun itu. Termasuklah aku. Ditahun itu kami menjadi "kelinci percobaan" pemerintah khususnya kemendiknas. UN dengan 30 paket yang berbeda adalah penyebabnya. Yang sebelum-sebelumnya maksimal 5 paket ini dibuat 30. Ini pemerintah semcam dendam atau gimana lah sama kami. Mana itu pertama kali lagi trus gadak kode paketnya lagi. Tapi untunglah kami (khususnya anak-anak medan) berhasil melaluinya dengan mulus dengan 'sedikit' pergerakan. Hehehe ngertilah kalian yaahh.. Dan hasilnya pun tidak menegcewakan :)
Tahun itu juga aku melepas seragam sekolahku setelah 12 tahun bersekolah tiap hari masuk ke kelas tiap berhadpan dengan bermacam-macam guru dengan tiap seninnya selalu upacara bendera. Namun setelah kuliah hal-hal itu yang dirindukan.
Tahun itu juga tahun dimana aku dinyatakan lulus di suatu PTN. Senangnya luar biasa. Dan di tahun itu aku resmi menjadi mahasiswa baru di diploma IPB itu. Suasana kuliah yang jauh berbeda dengan pas di SMA membuat awalnya agak aneh. Dengan teman-teman baru yang bermacam-macam juga. Lalu karena harus di bogor maka resmi lah aku menjadi anak rantauan dan anak kosan yang makan pun harus terlunta-lunta.
Tahun itu juga aku bisa bebas bisa kemana-mana. Karena kuliah di bogor lah makanya aku bisa nginjakan kaki ke Depok, Jakarta, jakarta nya pun ntah udah kemana-mana, trus perjalan luar biasa kami ke Jogja ber5 dengan modal 'Nekat' kami pun kesampaian juga kesana.
Tahun 2013 juga masih punya banyak cerita yang perlu dan tidak perlu kuceritakan, yang penting atau tidak untuk diceritakan, yang lucu yang sedih yang senang bermacam lah. Namun untuk postingan ini cukup itu aajalah.
Sabtu, 14 Desember 2013
100 Nama buah beserta latinnya
- Kelapa (Cocos nucifera)
- Cokelat / Kakao (Theobroma cacao)
- Pepaya (Carica papaya)
- Terong (Solanum melongena)
- Durian (Durio zibethinus)
- Durian teretung (Durio oxleyanus)
- Durian temperenang (Durio dulcis)
- Durian pekawai/ Durian lai (Durio kutejensis)
- Durian merah/ Durian sungkang (Durio graviolens)
- Durian kura-kura (Durio testudinarium)
- Mangga (Magnifera indica)
- Kweni (Mangifera odorata)
- Pisang (Musa paradisiaca)
- Pisang raja (Musa textilia)
- Pisang batu (Musa brachycarpa)
- Sukun (Artocarpus communis)
- Nangka (Artocarpus heterophyllus)
- Cempedak (Artocarpus champeden)
- Kluwih (Artocarpus camansi)
- Anggur (Vitis vinivera)
- Apel (Malus sylvestris)
- Stroberi (Fragaria daltoniana)
- Sawo (Manilkara kauki)
- Salak (Salacca zalacca)
- Sawit (Elais guinensis)
- Leci (Leachi chinensis)
- Ceri (Prunus apetala)
- Nanas (Ananas comocus)
- Timun (Cucumis sativum)
- Melon (Cucumis melo)
- Manggis (Garcinia mangostana)
- Kecapi (Sandoricum koecape)
- Alpokat (Persea americana)
- Rambutan (Nephelium Lappaceum)
- Rambutan hutan/kapulasan (Nephelium mutabile)
- Jengkol (Archidendron pauciflorum)
- Jambu air (Syzygium aqueum)
- Jambu batu (Psidium guajava)
- Jambu bol (Syzygium malaccense)
- Jambu mawar (Syzygium jambos)
- Jambu mete (Anaccadium odontinale)
- Jambu monyet (Anacarium occidentale)
- Jamblang (Syzyigium cuminii)
- Gowok (Syzygium plychepalum
- Kedondong (Spondias dulcis)
- Tomat (Lycopersicon esculantum)
- Kelengkeng (Dimocarpus longan)
- Duku (Lansium domesticum)
- Buah naga (Hyloreceus undatus)
- Jeruk nipis (Citrus aurantifolia)
- Jeruk bali (Citrus grandis)
- Jeruk pomelo (Citrus maxima)
- Jeruk sukade (Citrus medica)
- Jeruk keprok (Citrus reticulata)
- Jeruk purut (Citrus hystrix)
- Jeruk manis (Citrus sinensis)
- Lemon (Citrus limon)
- Markisa (Passiflora edulio)
- Belimbing (Averrhoa carambola)
- Kemiri (Aleurites moluccana)
- Bintaro (Cerbera manghas)
- Gandaria (Bouea microphylla)
- Menteng (Baccaurea baccimosa)
- Petai (Parkia spesiosa)
- Buah nona (Annona reticulata)
- Srikaya (Annona squamasa)
- Sirsak (Annona muricata)
- Labu kuning (Cucurbita moschata)
- Semangka (Citrulus lanatus)
- Kurma (Phoenix dactylifera)
- Zaitun (Olea europaea)
- Delima (Punica granatum)
- Buah merah (Pandanus conoideus)
- Buah mntega (Pandanus conoideus)
- Buah ara (Ficus carica)
- Buah engkalak (Litsea garciae)
- Ceplukan (Physalis angulata)
- Asam jawa (Tamarindus indica)
- Almon (Prunus dulcis)
- Aprikot (Prunus armeniaca)
- Kolang-Kaling/Enau/Aren (Arenga pinnata)
- Ceremai (Phyrantus acidus)
- Kesemek (Diosporus kaki)
- Mengkudu (Morinda citrifolia)
- Lokwat (Eriobotrya japonica)
- Lontar (Borassus flabellifer)
- Maja(pahit) (Aegle marmelos)
- Siwalan (Borasus sp.)
- Vanili (Vannili planifolia)
- Wampi (Clausena lansium)
- Simpur (Dillenia indica)
- Simalakama/Buah mahkota dewa (Phaleria papuana)
- Murbei (Morus alba)
- Rukam (Flacourtia rukam)
- Pepino (Solanum muricatum)
- Kepel (Stelechocarpus burahol)
- Kepuh (Sterculia foetida)
- Pinang (Pentace spp.)
- Matoa (Ponnetia pinniata)
- Buni (Antidesma bunius)
Ya mungkin segitu dulu. Sebenernya masih sangat banyak lagi buah-buah lainnya. Ntar kalo ada kesempatan kita bahas lagi
Selasa, 10 Desember 2013
Jadi mahasiswa diploma IPB itu seru
Tanpa terasa UN pun selesai..
Habis UN senangnya luar biasa senang. Sampe acara jalan-jalan kami ke Aceh. Hampir 5 hari juga jalan-jalan senang-senang sampe lupa kalo barusan aja kelar UNnya.
Puas dah jalan jalan ke sana. Ntah kemana-mana aja lah disana tu udah gak ingat lagi.
Padahal kan sebenernya itu masa-masanya buat lebih serius karena belum tau masa depan bakal gimana. Maksudnya kuliah dimana. Ya emang sih satu tempat emang udah ada di tangan.
Nih ya jauh sebelum UN ada datang penerimaan mahasiswa baru dari Diploma IPB. Emang sih diploma, tapi aku masukin aja lamaran buat jadi salah satu mahasiswanya. Aku ngajakin teman-temenku pada gak mau. Ntah karena sepele kalo itu cuma diploma 3 atau D3, tapi kalo kata mamakku "Setiap ada kesempatan ya diambil aja". Yaudah langsung lah kukirim lamarannya lewat guru BP ku. Yaa emang sih aku pun taunya ada penerimaan diploma IPB ini ya dari pak Pandiangan itu.
Aku pilih jurusannya yang bener-bener gadak fisikanya disitu. Yaudahlah kupilih
Pilihan 1. Teknologi Benih
Pilihan 2. Manejemen Agribisnis
Pilihan 3. Lingkungan kalo salah yang kupulih.
Dengan penuh harapan kukasihkan lah surat lamaran kalo ingin jadi mahasiswa disitu beserta syarat-syarat lainnya di dalam satu map kepada guru BP ku tadi. Sekali lagi kutanya temenku juga tetep gak ada yang mau. Yaudah dalam hatiku gak peduli yang lain yang penting diri sendiri dulu lah. Yang penting udah diajakin.
Itu kalo gak salah di februari. Masih jauh yang namanya UN. Juga belom buka SNMPTN undangan. Yng penting satu kesempatan udah aku coba.
Yang SNMPTN Undangan juga aku coba. Aku milihnya tetep IPB. Tapi yang ini yg S1. Pilihan pertama sama keduanya IPB lalu ketiga empatnnya USU. Yang ini pertengahan februari kalo gak salah.
Singkat cerita tiba lah UN. Aku dengan semua yang sudah kupelajari dengan semua bekal ku siap menghadapi UN. 4 hari yang berat itu pun terlewati tanpa tau gimana hasilnya nantinya. Yang bikin was-was itu isu-isunya nilai UN itu berpengaruh sama kelulusan SNMPTN Undangan itu. YA aku makin pasrah aja dah.
OH iya lupa. Kalo seminggu sebelum UN aku dapat kabar kalo aku LULUS yang Diploma IPB itu di pilihan pertama ku tadi. Teknologi Benih. Memang sesuatu yang kuharapkan dapat lah Alhamdulillah. Mamak Bapa aku pun senang. Tapi tetap dibilang kalo bisa dapat yng S1 apa salahnya kan.
Yaudah pas UN itu aku agak gak terlalu khawatir karena udah ada pegangan satu.
Nunggu lah sampe pengumuman SNMPTN Undangan itu. Dan bener apa dugaanku kalo aku Gak Lulus. Yaudah masih bisa terima walaupun masih agak nyesek.
Keinginan untuk bisa kuliah di IPB yang S1 tetap ada. Dan itu aku lanjutkan ke SBMPTN. Nah ini. Di ujian bukannya serius malah mikirnya kalo gak lulus ini tetep bisa kuliah di IPB kok walo cuma yg D3. Mikirnya kayak gitu ya kayak gitu lah yng terjadi dan emang aku juga gak lulus yg S1 ini.
Otomatis aku ambil yang D3 ini lah yakan. Aku registrasi ulang di kampusnya pas bulan Juni pertengahan tepatnya 3 hari sehabis SBMPTN. Dari registrasinya aja asik apalagi kuliahnya. Lanjut dari registrasi ke Matrikulasi sampe sekarang udah mau UAS smester 1.
Ternyata seru juga kok di diploma ini. Aku mikirnya "asal masih bisa kok ngelanjut ke S1 ya kenapa enggak?"
Intinya setiap ada kesempatan ya diambil aja dicoba aja. Gak mungkin diantara beberapa yang kita coba itu gak ada yang nyangkut. Pasti setidaknya ada satu lah gitu.
Ini ceritaku gak terlalu ingat dan gak kutulis semuanya. Karena aku pun bingung mau nulisnya gimana. Yang penting aku cukup bangga kok kuliah disini. Almamaternya sama kok sama yng di Kampus Dramaga sana.
Udah ah gak tau lagi. Kalo kalian yang baca ini adek kelas aku, aku cuma mau bilang. Kalo ada kesempatan datang ke kamu ya dicoba aja apa salahnya. Juga jangan lupa usaha dan doanya. Gak mungkin bisa dapat kalo gak ada keduanya. Juga jangan sepela ya kalo dah ada pegangan kamu lulus dimana nanti. Ya ntar jadinya kayak aku gitu gak lulus di yang Undangan ataupun yang Tulis. Ya gapapa sih walopun agak nyesek.
Yaudah belajar dan berdoa aja lah yang intinya. Karena kayaknya cuman itu usaha yang bisa kau lakukan. Oh iya kalo bisa usahamu itu untuk kuliah di PTN ya. Karena lebih bangga gitu ya.
Terimakasih dah baca yaa
Habis UN senangnya luar biasa senang. Sampe acara jalan-jalan kami ke Aceh. Hampir 5 hari juga jalan-jalan senang-senang sampe lupa kalo barusan aja kelar UNnya.
Puas dah jalan jalan ke sana. Ntah kemana-mana aja lah disana tu udah gak ingat lagi.
Padahal kan sebenernya itu masa-masanya buat lebih serius karena belum tau masa depan bakal gimana. Maksudnya kuliah dimana. Ya emang sih satu tempat emang udah ada di tangan.
Nih ya jauh sebelum UN ada datang penerimaan mahasiswa baru dari Diploma IPB. Emang sih diploma, tapi aku masukin aja lamaran buat jadi salah satu mahasiswanya. Aku ngajakin teman-temenku pada gak mau. Ntah karena sepele kalo itu cuma diploma 3 atau D3, tapi kalo kata mamakku "Setiap ada kesempatan ya diambil aja". Yaudah langsung lah kukirim lamarannya lewat guru BP ku. Yaa emang sih aku pun taunya ada penerimaan diploma IPB ini ya dari pak Pandiangan itu.
Aku pilih jurusannya yang bener-bener gadak fisikanya disitu. Yaudahlah kupilih
Pilihan 1. Teknologi Benih
Pilihan 2. Manejemen Agribisnis
Pilihan 3. Lingkungan kalo salah yang kupulih.
Dengan penuh harapan kukasihkan lah surat lamaran kalo ingin jadi mahasiswa disitu beserta syarat-syarat lainnya di dalam satu map kepada guru BP ku tadi. Sekali lagi kutanya temenku juga tetep gak ada yang mau. Yaudah dalam hatiku gak peduli yang lain yang penting diri sendiri dulu lah. Yang penting udah diajakin.
Itu kalo gak salah di februari. Masih jauh yang namanya UN. Juga belom buka SNMPTN undangan. Yng penting satu kesempatan udah aku coba.
Yang SNMPTN Undangan juga aku coba. Aku milihnya tetep IPB. Tapi yang ini yg S1. Pilihan pertama sama keduanya IPB lalu ketiga empatnnya USU. Yang ini pertengahan februari kalo gak salah.
Singkat cerita tiba lah UN. Aku dengan semua yang sudah kupelajari dengan semua bekal ku siap menghadapi UN. 4 hari yang berat itu pun terlewati tanpa tau gimana hasilnya nantinya. Yang bikin was-was itu isu-isunya nilai UN itu berpengaruh sama kelulusan SNMPTN Undangan itu. YA aku makin pasrah aja dah.
OH iya lupa. Kalo seminggu sebelum UN aku dapat kabar kalo aku LULUS yang Diploma IPB itu di pilihan pertama ku tadi. Teknologi Benih. Memang sesuatu yang kuharapkan dapat lah Alhamdulillah. Mamak Bapa aku pun senang. Tapi tetap dibilang kalo bisa dapat yng S1 apa salahnya kan.
Yaudah pas UN itu aku agak gak terlalu khawatir karena udah ada pegangan satu.
Nunggu lah sampe pengumuman SNMPTN Undangan itu. Dan bener apa dugaanku kalo aku Gak Lulus. Yaudah masih bisa terima walaupun masih agak nyesek.
Keinginan untuk bisa kuliah di IPB yang S1 tetap ada. Dan itu aku lanjutkan ke SBMPTN. Nah ini. Di ujian bukannya serius malah mikirnya kalo gak lulus ini tetep bisa kuliah di IPB kok walo cuma yg D3. Mikirnya kayak gitu ya kayak gitu lah yng terjadi dan emang aku juga gak lulus yg S1 ini.
Otomatis aku ambil yang D3 ini lah yakan. Aku registrasi ulang di kampusnya pas bulan Juni pertengahan tepatnya 3 hari sehabis SBMPTN. Dari registrasinya aja asik apalagi kuliahnya. Lanjut dari registrasi ke Matrikulasi sampe sekarang udah mau UAS smester 1.
Ternyata seru juga kok di diploma ini. Aku mikirnya "asal masih bisa kok ngelanjut ke S1 ya kenapa enggak?"
Intinya setiap ada kesempatan ya diambil aja dicoba aja. Gak mungkin diantara beberapa yang kita coba itu gak ada yang nyangkut. Pasti setidaknya ada satu lah gitu.
Ini ceritaku gak terlalu ingat dan gak kutulis semuanya. Karena aku pun bingung mau nulisnya gimana. Yang penting aku cukup bangga kok kuliah disini. Almamaternya sama kok sama yng di Kampus Dramaga sana.
Udah ah gak tau lagi. Kalo kalian yang baca ini adek kelas aku, aku cuma mau bilang. Kalo ada kesempatan datang ke kamu ya dicoba aja apa salahnya. Juga jangan lupa usaha dan doanya. Gak mungkin bisa dapat kalo gak ada keduanya. Juga jangan sepela ya kalo dah ada pegangan kamu lulus dimana nanti. Ya ntar jadinya kayak aku gitu gak lulus di yang Undangan ataupun yang Tulis. Ya gapapa sih walopun agak nyesek.
Yaudah belajar dan berdoa aja lah yang intinya. Karena kayaknya cuman itu usaha yang bisa kau lakukan. Oh iya kalo bisa usahamu itu untuk kuliah di PTN ya. Karena lebih bangga gitu ya.
Terimakasih dah baca yaa

